Mau Renovasi Rumah Tipe 36? Perhatikan 6 Hal Ini!

By in
No comments

Rumah tipe 36 adalah salah satu tipe rumah yang paling banyak dimiliki warga Indonesia. Meskipun ukurannya kecil, rumah tipe ini dianggap cukup fungsional. Bila terjadi kerusakan, Anda tinggal melakukan renovasi rumah tipe 36 ini. Oleh sebab tipe rumah ini tidak terlalu besar, biayanya juga tidak terlalu mahal.

Renovasi Rumah

Namun, Anda tetap harus melakukan renovasi yang benar dengan mempertimbangkan banyak hal. Ada banyak yang harus Anda perhatikan dalam melaksanakan renovasi. Tujuannya agar renovasi yang Anda lakukan bisa maksimal serta tetap irit. Apa saja yang harus Anda perhatikan?

  1. Pondasi Rumah

Hal pertama yang harus Anda perhatikan saat merenovasi rumah tipe 36 adalah pondasi rumah. Apakah pondasi rumah Anda sudah cukup kuat dalam waktu yang lama atau tidak. Jika kuat, tak masalah. Namun, jika tidak kuat, Anda juga harus merenovasi bagian yang ini. Bila ini terjadi, tentu saja Anda harus mengeluarkan dana lebih besar.

Bila salah, bisa-bisa rumah Anda lebih cepat rusak lagi. Pasalnya, struktur rumah sangat dipengaruhi dengan pondasi rumah. Pondasi yang kuat akan memperkuat struktur rumah. Dengan begitu, rumah yang didapat hasil dari renovasi juga akan kuat serta tak mudah retak ataupun miring.

  1. Kolom Praktis Rumah

Selanjutnya perhatikan bagian kolom praktis rumah. Biasanya, rumah tipe 36 memiliki kolom praktis dengan beton dan spesifikasi pembesian yang kuat. Jika kolom rumah Anda tidak kuat, maka sebaiknya bagian ini lebih dahulu dilakukan perbaikan. Sama dengan pondasi, bagian kolom praktis rumah ini juga sangat berpengaruh pada kekuatan rumah Anda.

  1. Kondisi Dinding Rumah

Dalam membangun rumah biasanya tukang dikejar target. Ada juga developer yang mencari keuntungan tinggi yang akan mengabaikan dinding rumah. Mereka biasanya menggunakan campuran semen dan pasir yang kurang baik sehingga lebih mudah rusak. Dinding rumah adalah hal berikutnya yang harus Anda perhatikan bila ingin melakukan renovasi rumah.

  1. Kondisi Atap

Pindah ke bagian atap. Rumah tipe 36 seringkali menggunakan genteng beton dengan rangka kayu. Sebelum Anda ingin melakukan renovasi, ada baiknya Anda memperhatikan dulu bagian ini. Lihatlah apakah ada potensi kebocoran atau tidak. Bila iya, ini bisa menyebabkan kerusakan pada bagian plafon. Anda juga harus memperhatikan bagian ini bila mau renovasi.

  1. Kondisi Lantai

Apakah rumah Anda sering terkena banjir? Bila iya, kondisi lantai juga harus diperhatikan. Evaluasilah apakah Anda perlu menaikkan tinggi lantai karena potensi kenaikan air di saat hujan ataupun banjir. Dengan begitu, rumah Anda bisa lebih aman dari bahaya seperti ini. Bisa juga lantai rumah dinaikkan bila kondisi rumah berada lebih rendah dari jalan raya.

  1. Ketinggian Plafon

Terakhir, ketinggian plafon. Oleh sebab rumah tipe 36 adalah rumah yang mungil dan sempit, plafon yang rendah pastinya akan memperparah kondisinya. Perhatikanlah, apakah Anda bisa menaikkan tinggi plafon. Jika iya, lakukanlah. Hal ini akan membuat ruangan lebih sejuk dan Anda akan lebih aman karena tidak perlu takut plafon runtuh karena terlalu pendek.

Itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam renovasi rumah tipe 36. Rumah tipe 36 biasanya akan Anda temui di perumahan. Oleh karena dibangun secara bersamaan dengan rumah lain, biasanya kualitasnya kurang baik. Makanya, sebelum merenovasi, Anda perlu memperhatikan bagian-bagian tersebut agar rumah mungil Anda menjadi lebih nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *