Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui

By in
No comments

Saat ini banyak perusahaan yang menerapkan BPJS Ketenagakerjaan, hal ini dikarenakan ada banyak sekali manfaat bagi kesejahteraan pekerja. Penerapan BPJS ini tidak pandang bulu dan bagi pesertanya akan mendapatkan beberapa keuntungan bisa. Perlu Anda ketahui bahwa  ada 4 program jaminan yang akan diperoleh BPJS Ketenagakerjaan. Program jaminan  tersebut antara lain seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Nah, bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut mendapatkan beberapa manfaat antara lain sebagai berikut.

BPJS

  1. Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Program BPJS Ketenagakerjaan dengan program jaminan kecelakaan kerja ini ditujukan kepada tenaga kerja yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi. Dengan adanya program ini maka akan ada benyak manfaat yang didapatkan dan diharapkan bisa membantu tenaga kerja yang menalami hal tang tak diinginkan misalnya seperti kecelakaan ataupun kematian. Biasaya iuran untuk program ini dibayarkan oleh pihak perusahaan dengan hitungan atau presentase tertentu.

  1. Program Jaminan Hari Tua

Program jaminan hari tua ini diberikan kepada tenaga kerja yang telah memasuki usia pensiun dan harus berhenti kerja. Walaupun begitu, untuk saat ini pencairan dana ini dapat diperoleh kapan saja seperti yang dikendaki oleh peserta dalam mencairkan dananya. Jika sudah pensiun, sebaiknya jangan lupa untuk mendaftar bpjs kesehatan untuk hari tua Anda. Adapun syarat dari pencairannya tersebut telah mengikuti peserta BPJS selama 10 tahun. Perlu Anda ketahui bahwa program jaminan hari tua ini merupakan solusi terbaik untuk perlindungan peserta secara finansial.

  1. Program Jaminan Kematian

Program BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kematian ini diperuntukkan ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Prosedur yang telah ada pada program ini yaitu  apabila tenaga kerja meninggal maka secara langsung ahli waris menerima sejumlah santunan baik itu berupa uang pemakaman, santunan uang, maupun beasiswa pendidikan untuk anak-anaknya.

  1. Program Jaminan Pensiun

Program jaminan pensiun ini memiliki tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak sehingga peserta mapupun ahli warisnya dapat memperoleh penghasilan walaupun setelah peserta memasuki usia senja, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Adanya program jaminan ini dapat digunakan sebagai solusi hari tua bagi para peserta sehingga hidupnya tetap terjamin sekalipun sudah berhenti kerja.

Lalu bagaimana cara perhitungan BPJS Ketenagakerjaan?

 

Perlu Anda ketahui berdasarkan laman bpjsketenagakerjaan.go.id terdapat beberapa poin penting pada perhitungan tarif yang harus dibayar perbulannya. Adapun untuk tarif perhitungan BPJS Ketenagakerjaan ini didasari oleh jenis program yang dipilih karyawan seperti JKK, JHT, JKM dan JP.

Pada umumnya, iuran tersebut ditanggung oleh pihak perusahaan secara menyeluruh. Namun, apabila maih ragu atau agar Anda tidak bingung lagi ketika melihat slip gaji selalu ada biaya yang terpotong, maka buktikan saja dengan cara perhitungan BPJS Ketenagakerjaan berikut ini. Contoh kasus

Misalnya A bekerja di perusahaan memperoleh gaji 4 juta lalu ditambah dengan tunjangan 1,5 juta. Dalam waktu sebulan, A dapat memperoleh penghasilan hingga 5,5 juta. Dengan demikian maka iuran yang dapat dibayarkan adalah sebesar:

  • Besar iuran JKK

0,54% x 5,5jt = Rp 29.700, 00 untuk dibayarkan oleh perusahaan

  • Besar Iuran JKM

0,3% x 5,5 jt = Rp 16.500, 00 untuk dibayarkan perusahaan

  • Besar Iuran JHT

3,7% x 5,5jt = Rp 203.500,00  untuk dibayarkan perusahaan dan 2% x 5,5jt = Rp 110.000, 00 untuk dibayarkan dari pemotongan gaji karyawan

  • Besar Iuran JP

2% x 5,5jt = Rp 110.000, 00 (oleh perusahaan) ; 1% x 5,5jt = Rp 55.000, 00 dipotong dari gaji karyawan.

Kemudian untuk jumlah keseluruhan perhitungan BPJS Ketenagakerjaan yang berasal dari semua program harus dibayar baik oleh perusahaan dan dengan pemotongan upah diantaranya meliputi:

  • Dibayarkan Perusahaan: 29.700 + 16.500 + 203.500 + 110.000 = Rp. 359.700
  • Dipotong dari Upah pekerja: 110.000 + 55.000 = Rp. 165.000

Jika Anda tergolong sebagai pekerja sektor informal misalnya seperti pedagang, wirausaha, dokter, guru, nelayan, petani dan sektor jasa informal lainnya, maka total perhitungan iuran ini sedikit berbeda  dari biasanya dan sepenuhnya ditanggung oleh calon peserta. Hal ini disebabkan oleh calon peserta ini tidak terdaftar dengan wadah ataupun struktur organisasi apapun akan tetapi tetap memiliki hak perlindungan yang sama.

Bagi Anda yang masih bingung dengan cara perhitungan iuran bulanan bisa mengecek saldo bpjs yang dimiliki, maka dengan ulasan berikut akan diuraikan uraikan dasar perhtungan iuran bpjs ketenagakerjaan sehingga artikel ini bisa dijadikan referensi dalam melakukan perhitungan tarif iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan yang harus dibayarkan pada  karyawan di perusahaan anda.

Berdasarkan ulasan diatas maka sumber perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan diperoleh dari bpjsketenagakerjaan.go.id adalah sebagai berikut.

 

  1. Tarif iuran bulanan yang dihitung berdasarkan program yang dimiliki oleh bpjs ketenagakerjaan antara lain seperti:
  • Program jaminan hari tua (JHT)
  • program jaminan keselamatan kerja (JKK)
  • program jaminan pensiun (JP)
  • program jaminan Kematian (JKM)

 

  1. Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dikelompokkan menjadi:
  • Kelompok I dengan tingkat risiko sangat rendah : 0,24% dari upah sebulan
  • Kelompok II dengan tingkat risiko rendah : 0,54% dari upah sebulan
  • Kelompok III dengan tingkat risiko sedang : 0,89% dari upah sebulan
  • Kelompok IV dengan tingkat risiko tinggi : 1,27% dari upah sebulan
  • Kelompok V dengan tingkat risiko sangat tinggi : 1,74% dari upah sebulan

JKK tesebut memiliki iuran yang ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja atau perusahaan.

 

  1. Iuran jaminan kematian (JKM) ini dihitung sebesar 0,30% yang berasal dari upah sebulan. Iuran ini juga ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.

 

  1. Iuran jaminan hari tua (JHT) ini sebesar 5,7% yang berasal dari upah sebulan, dengan ketentuan 3,7% ditanggung oleh pemberi kerja atau perusahaan dan 2% ditanggung oleh pekerja.

 

  1. Iuran jaminan pensiun (JP) ini sebesar 3% yang berasal dari upah sebulan, dengan ketentuan 2% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh pekerja.

 

  1. Upah untuk sebulan dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan iuran yang terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap.

 

  1. Batas terendah upah yang menjadi dasar perhitungan iuran dapat disesuaikan dengan UMR/UMP/UMK wilayah setempat yang berlaku.

 

  1. Batas tertinggi upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran sebesar Rp 8.000.000,00. Iuran tersebut dapat berubah sesuai peraturan yang berlaku.

 

  1. Denda sebesar 2% yang berasal dari total iuran, iuran tersebut paling lambat dibayarkan setiap tanggal 15 untuk setiap bulannya.

 

Berdasarkan data dasar dari perhitungan di atas maka data yang wajib dikumpulkan sebelum melakukan perhitungan iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan antara lain seperti:

 

  1. Data gaji pokok dan tunjangan tetap setiap karyawan/pegawai
  2. Mengetahui besaran nilai UMR/UMP/UMK wilayah setempat yang berlaku
  3. Telah menentukan tingkat risiko linkgungan kerja sehingga dapat menentukan nilai persentase guna perhitungan iuran jaminan keselematan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *