Ibu Mulya

Kisah Ibu Mulya, Perempuan Paruh Baya Yang Berniat Ingin Pergi Umroh Meski Dalam Keterbatasan

By in
No comments

Usia yang tidak muda lagi serta kehidupan yang semakin sulit, tidak membuat perempuan paruh baya bernama ibu Mulya ini kehilangan semangatnya untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan. Ia tinggal di tanah sepetak dan rumah kayu sederhana pada salah satu sudut kota Banjarmasin, ibu Mulya tinggal bersama dengan seorang cucunya. Selain mengurus rumah dan bekerja ala kadarnya, ibu Mulya rela merawat cucunya dengan tulus ikhlas.

Ibu Mulya

Ada salah satu keinginan ibu Mulya yang hingga kini masih ia harapkan bisa terwujud sebelum ia menutup usia, keinginan itu ialah bisa berangkat umroh. Melihat keadaan ekonomi ibu Mulya yang serba pas-pasan, mungkin rasanya mustahil untuk ia bisa berangkat umroh. Seperti yang kita ketahui, biaya untuk bisa pergi ke tanah suci tidaklah murah, paling tidak perlu dana kurang lebih sekitar 20-30 juta rupiah untuk bisa menjejakkan kaki ke rumahnya Allah di Mekkah. Namun, harapan untuk bisa umroh tidak pernah surut, ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar suatu hari nanti diberi kesempatan untuk bertamu ke Baitullah.

Harga tiket pesawat yang semakin mahal, pengurusan passport yang terkadang memakan waktu lama serta tidak adanya pihak yang bisa membantu dalam pengurusan segala keperluan untuk berangkat umroh adalah beberapa hal teknis yang seringkali menjadi kendala dan menyurutkan langkah untuk bisa segera berangkat umroh. Tidak jarang, adapula yang akhirnya membatalkan niat beribadah haji dan umroh hanya karena satu masalah yang sebenarnya masih bisa diatasi.

Haji dan umroh memang menjadi salah satu ibadah dalam agama islam, dimana ada berbagai keutamaan bagi mereka yang bisa melaksanakan ibadah di tanah suci. Selain itu, kerinduan dan keinginan untuk melihat langsung Ka’bah yang menjadi pusat kiblat seluruh umat muslim di dunia, juga menjadi salah satu alasan lainnya seseorang ingin berangkat ke tanah suci.

Padahal, jika memang belum saatnya berangkat umroh atau haji, kita masih bisa melakukan dan mengisi waktu luang dengan ibadah lainnya yang tidak kalah bermanfaat untuk diri sendiri bahkan orang lain yaitu dengan cara berwakaf misalnya. Asuransi wakaf  menjadi salah satu media berwakaf yang efektif karena dikelola oleh pihak yang sudah berpengalaman, berada dalam pengawasan badan tertentu dan resmi serta mampu memberdayakan dana wakaf dengan baik sesuai peruntukkannya. Dalam asuransi wakaf terdapat prinsip tolong menolong, sehingga pada penyelenggaraan sebenarnya setiap pemilik polis asuransi wakaf sedang turut berbuat kebaikan, hanya saja tidak turun tangan secara langsung melainkan ditangani atau dikelola oleh pihak perusahaan asuransi wakaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *