Mengenal Perbedaan Difteri dan Radang Tenggorokan

By in
No comments

Tahukah Anda apa yang membedakan antara difteri dan radang tenggorokan? Walaupun kebanyakan orang awam akan menganggapnya sama, sebetulnya kedua penyakit ini berbeda. Difteri merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium. Sedangkan radang tenggorokan bisa berupa tonsilitis, faringistis, atau laringitis.

Difteri

Dilihat dari tingkat keparahannya, penyakit yang satu ini lebih berbahaya. Karena penyakit ini bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Walau begitu, radang juga tidak dapat disepelekan. Pada beberapa kasus tonsilitis ini bisa menyebabkan demam tinggi.

Tanda dan Gejala Difteri

Penyakit yang satu ini menyerang terutama pada area mulut dan tenggorokan. Beberapa tanda yang dialami seperti adanya lapisan selaput tebal pada tenggorokan. Juga terjadi bengkak kelenjar pada leher. Sering juga penderita sakit difteri mengalami sulit bernafas dan sulit untuk menelan. Gejala lainnya juga bisa dilihat dari keluarnya cairan pada hidung.

Beberapa kasus juga menunjukkan penderita sakit ini mengalami demam hingga menggigil. Batuk yang dilaminya pun keras dan kerap mengalami perasaan yang kurang nyaman. Secara fisik, penderita sakit ini juga mengalami kulit yang terlihat pucat, muncul keringat dan jantung pun berdebar kencang.

Penyebab dan Faktor Risiko Difteri

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Bakteri tersebut menyebar melalui udara maupun pada benda yang terkontaminasi. Umumnya orang mengalami sakit ini karena tertular orang yang sudah lebih dulu terinfeksi. Oleh karena itu jika ada yang mengalami sakit ini, sebaiknya Anda menjauh.

Hindari juga untuk bersinggungan dengan benda-benda yang digunakan oleh penderita untuk menurunkan potensi tertular.

Di samping itu juga ada sejumlah faktor risiko yang meningkatkannya, seperti karena lokasi, belum mendapatkan vaksin DPT, lemahnya sistem kekebalan tubuh maupun lokasi tempat tinggal yang tidak bersih. Semua itu berpotensi untuk meningkatkan terjadinya penyakit tersebut.

Tanda dan Gejala Radang Tenggorokan

Adapun pada radang tenggorokan (faringitis), tanda yang paling sering terasa adalah terjadinya panas dalam. Penderita radang merasa tidak nyaman karena pada bagian tenggorokan terasa sakit dan panas. Dampaknya penderita pun mengalami sulit untuk makan.

Radang ini paling sering terjadi pada anak usia 5 sampai 15 tahun. Walau begitu orang dewasa pun bisa terkena penyakit ini. Beberapa tanda yang mudah dikenali pada sakit radang adalah pada area tenggorokan terasa sakit. Selain itu kadang juga dibarengi dengan demam, sakit kepala, dan bahkan terjadi pembengkakan pada leher.

Dengan begitu, gejalanya sangat bergantung pada penyebabnya. Kalau radang itu disebabkan karena demam, maka biasanya beberapa gejalanya adalah penderita mengalami batuk, bersin, atau sakit kepala ringan.

Adapun kalau penyebab radang ini adalah flu, maka gejala yang mudah dikenali seperti pegal-pegal, kecapekan, dan mengalami panas dingin. Kalau penyebabnya adalah demam kelenjar, maka beberapa cirinya bisa dilihat dari amandel yang bengkak, sakit pada kepala, hilangnya selera makan.

Itulah sejumlah perbedaan antara difteri dengan radang tenggorokan. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter supaya pihak medis bisa segera mendiagnosa dan memberikan penanganan yang tepat.

Jangan sampai terlambat karena dikhawatirkan bertambah parah. Jika kondisinya sangat parah, biasanya dokter akan memberikan suntikan antitoksin. Tujuannya untuk “berperang” melawan racun yang disebabkan bakteri. Tapi sebelumnya dokter akan menganalisa terlebih dulu dosis antitoksin yang tepat. Di samping juga memberikan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit ini.

Biasanya penderita juga akan diminta untuk tinggal di rumah sakit sehingga pihak medis bisa memantaunya dengan baik. Dari pemantauan tersebut bisa diketahui perkembangan pasien. Bagi penderita difteri sebaiknya memang diisolasi agar tidak sampai menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Penderita juga sebaiknya banyak beristirahat agar penyakit ini bisa disembuhkan. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk bisa sembuh bisa dalam hitungan hari atau minggu, tergantung dari parah tidaknya penyakit tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *